Jakarta, TCI News-Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menghadiri sekaligus membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Jasa Tri Capital Investama (TCI) 2026 Tahun Buku 2025, dan mengapresiasi pertumbuhan Koperasi TCI sebagai koperasi modern yang makin kuat dengan terus berinovasi yang kemanfaatannya bukan hanya dirasakan anggota tapi juga masyarakat.
Wamenkop Farida Farichah juga mengapresiasi langkah Koperasi TCI memperluas usaha ke sektor riil, serta konsisten mendukung UMKM, serta memegang teguh prinsip dan dasar koperasi yang kuat serta konsisten. Karena dari koperasi yang kuat, akan mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
”Kinerja yang ditunjukkan Koperasi TCIsangat positif mulai dari pertumbuhan anggota, penguatan aset dan permodalan, hingga peningkatan SHU. Ini menjadi bukti bahwa koperasi bisa dikelola secara profesional dan berdaya saing,” kata Farida Farichah dalam sambutannya.
Dalam RAT yang berlangsung secara hybrid di The Tribrata – Darmawangsa Jalan Darmawangsa Raya, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026), hadir juga Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop Henra Saragih.
Dari Koperasi TCI tampak antara lain Ketua Koperasi TCI Dr Iqbal Alan Abdullah, MSc, Ketua Pengawas Koperasi TCI RM Adji Srihandoyo dan jajaran pengurus maupun manajemen.
RAT ini diikuti oleh anggota Koperasi TCIdari seluruh kantor wilayah yang ada di Indonesia melalui Zoom Meeting.
Wamenkop Farida Farichah menegaskan kembali koperasi memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan asas kebersamaan, koperasi mampu mewujudkan kesejahteraan anggota, sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh Koperasi TCI.
“Salah satu kekuatan dan nilai yang kita miliki adalah kebersamaan, dan kebersamaan itu selalu terwujud dalam kehidupan sehari-hari kita, termasuk melalui silaturahmi,” ujar Wamenkop Farida.
Dalam laporannya, TCI menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Aset naik dari Rp434,5 miliar tahun 2024 menjadi Rp475,4 miliar tahun 2025, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) tumbuh 16 persen dari Rp8 miliar tahun 2024 menjadi Rp9,3 miliar tahun 2025. Jumlah anggota meningkat 41 persen dari 11.397 orang menjadi 16.126 orang.
orang, serta adanya ekspansi ke sektor properti, Makan Bergizi Gratis (MBG), perdagangan, F&B salah satunya adalah Teh Tarik KL, teh tarik keliling modern pertama di Indonesia yang dihadirkan juga di lokasi RAT TC Invest.
Ketua Koperasi TC Invest Dr Iqbal Alan Abdullah, MSc menjelaskan, tahun 2025 merupakan fase penting dalam perjalanan Koperasi TC Invest sebagai tahun konsolidasi sekaligus akselerasi ekspansi usaha, dimana koperasi secara konsisten memperkuat fondasi sebagai koperasi jasa modern berbasis manajemen profesional, teknologi, dan kemitraan strategis.
Koperasi mencatatkan kinerja yang positif dengan indikator peningkatan jumlah anggota sebagai bagian dari penguatan basis ekosistem koperasi, pertumbuhan volume usaha yang didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kemitraan, penguatan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi sektor strategis, diversifikasi usaha ke sektor riil dan program berbasis pemerintah, peningkatan kepercayaan mitra strategis dan lembaga keuangan.
Apresiasi
Atas pencapaian tersebut, Wamenkop Farida mengapresiasi kinerja Koperasi TCI yang mampu membuktikan bahwa pengelolaan koperasi yang profesional dan transparan dapat diwujudkan. Ia berharap Koperasi TCI terus berkembang dan melanjutkan tren positifnya di masa mendatang.
“Saya berharap apa yang dilakukan oleh TCI terus tumbuh, terus berkembang, aset dan usahanya terus bertambah, serta kemanfaatannya tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga masyarakat luas,” ucapnya.
Wamenkop Farida juga menyinggung bahwa kesuksesan Koperasi TCI tidak lepas dari inovasi dan adaptasi terhadap teknologi. Koperasi yang awalnya merupakan koperasi simpan pinjam kini telah bertransformasi menjadi koperasi yang juga bergerak di sektor riil.
Ia berharap Koperasi TCI dapat mengambil peran dalam mendukung kesuksesan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Memasuki tahap krusial, Kemenkop bersama para pemangku kepentingan terus melakukan percepatan agar Kopdes/Kel Merah Putih yang telah selesai pembangunan aset fisiknya dapat segera beroperasi dan melayani kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau Koperasi TCI ini sudah mampu menyejahterakan anggotanya, maka kami berharap perwakilan anggotanya di setiap daerah bisa turut mendukung operasionalisasi Kopdes Merah Putih di wilayahnya agar kita bisa mencapai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Wamenkop menambahkan, jika masyarakat desa mendapatkan kemudahan akses pembiayaan, maka pertumbuhan ekonomi desa akan meningkat. “Target Bapak Presiden adalah pertumbuhan ekonomi 8 persen yang merata hingga ke desa,” jelasnya.
Wamenkop berharap ke depan koperasi di Indonesia dapat memiliki peran seperti di negara-negara maju. Melalui program Kopdes/Kel Merah Putih, peluang menuju hal tersebut semakin terbuka lebar berkat komitmen kuat Presiden Prabowo terhadap pengembangan koperasi di Indonesia.
Pada bagian lain, Sekretaris Koperasi TC Invest Jones Sirait melaporkan untuk untuk Tahun Buku 2025, pembiayaan dan investasi anggota, Koperasi TC Invest berhasil meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada anggota dengan skema yang lebih produktif dan terstruktur, sehingga mendorong pertumbuhan usaha anggota.
“Saya berharap apa yang dilakukan oleh TCI terus tumbuh, terus berkembang, aset dan usahanya terus bertambah, serta kemanfaatannya tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga masyarakat luas,” ucapnya.
Wamenkop Farida juga menyinggung bahwa kesuksesan Koperasi TCI tidak lepas dari inovasi dan adaptasi terhadap peningkatan kontribusi terhadap SHU. Terkait Kemitraan Strategis (Travel, Perdagangan, Jasa), TC Invest menunjukkan progres yang signifikan, dengan bertambahnya jaringan usaha dan diversifikasi sumber pendapatan.
Kemudian pengelolaan portofolio investasi dilakukan secara lebih terukur dan berbasis manajemen risiko, dengan mulai diarahkan pada sektor riil yang produktif. Kerjasama dengan BPR dan institusi keuangan lainnya semakin diperkuat, meskipun masih terdapat tantangan pada aspek likuiditas yang terus dioptimalkan melalui strategi pengelolaan kas.
Kemudian, Koperasi TC Invest menjajaki dan mengembangkan sektor properti, khususnya perumahan bersubsidi, sebagai bagian dari kontribusi terhadap program pemerintah serta peluang bisnis jangka panjang. Dan mengambil peran awal dalam membangun ekosistem pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama melalui potensi penguatan rantai pasok pangan berbasis anggota dan kemitraan usaha.
Serta melakukan digitalisasi layanan koperasi. Transformasi digital diimplementasikan melalui pengembangan sistem operasional yang lebih terintegrasi, guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan kepada anggota.
Sementara itu, TC Invest wilayah juga mengikuti kegiatan RAT secara online melalui Zoom. Mereka berkumpul bersama anggota dan manajemen di lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya, baik itu di kantor TC Invest wilayah maupun di restoran maupun hotel.
Kegiatan pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi setelah sebelumnya diwarnai liburan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Sebagaimana ajang rapat anggota dalam pertemuan ini para anggota juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan atau pertanyaan langsung kepada pengurus pusat TC Invest, baik itu terkait perkembangan koperasi, program kerja dan lainnya.
Diantara usulan yang paling banyak disampaikan adalah penambahan kantor layanan baru yang semakin memudahkan anggota untuk melakukan transaksi, kemungkinan penggunaan ATM hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara keseluruhan, RAT Tahun 2026 Tahun Buku 2025 menghasilkan antara lain keputusan mengenai persetujuan laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi TC Invest Tahun Buku 2025, persetujuan laporan Pertanggung jawaban Pengawas Koperasi TC Invest Tahun Buku 2025, persetujuan perubahan ketua Dewan Pengawas Koperasi TC Invest, persetujuan Perubahan AD/ ART Koperasi TC Invest, dan persetujuan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi tahun buku 2026.
Keputusan ini kemudian ditandatangani pimpinan sidang yang terdiri dari Agus Jamiatul Firdaus sebagai ketua siding dan Winna Febrianty sebagai sekretaris, yang selanjutnya diserahkan pada akhir RAT kepada pengurus untuk dijalankan. (j)
![]()